
LANGSA (Dumpupersaceh) – Buntut dari perkelahian saat pertandingan sepak bola di stadion Langsa 23/11 antara SMA Negeri 1 Langsa melawan SMK Negeri 2 Langsa masi terus berlanjut. Siswa SMK Negeri 2 dilaporkan menyerang SMA Negeri 1 Langsa, Selasa, 24 November 2015, sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat insiden tersebut, tiga siswa SMAN 1 terluka, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Langsa (RSUD).
Ekses pertandingan bola kaki di Stadion Langsa antara SMA Negeri 1 Langsa dengan SMK Negeri 2 Langsa telah memakan korban luka, dan kerusakan fasilitas sekolah.
Sekelompok siswa SMKN 2 datang ke sekolah SMAN 1 dan langsung menghujani sekolah tersebut dengan batu. Selain tiga siswa SMAN 1 terluka, kaca sejumlah jendela juga pecah.
“Ketika itu kami sedang belajar, tiba-tiba terdengar suara di atap sekolah seperti dihujani batu, kemudian kaca jendela sekolah pecah, dan kami pun berlarian keluar dari ruang belajar, karena tahu posisi kami sedang diserang dari luar oleh siswa sekolah lain,” ujar salah seorang siswa SMAN 1 Langsa.
Sekolah tersebut diserang dengan batu, kayu dan botol minuman kemasan. akibat insiden itu proses belajar langsung terhenti ujar siswa tersebut.
“Tapi saya belum tahu pasti kenapa kami diserang. Menurut teman-teman lain, masalah pertandingan bola kemarin di Stadion Langsa antara SMK Negeri 2 Langsa dan SMA Negeri 1 Langsa,” lanjutnya bercerita.
Pihak Polres Langsa sudah turun ke lokasi untuk pengamanan dan penyelidikan. Pihak Polres kemudian mengadakan rapat dengan dewan guru SMAN 1. Setelah itu, pihak Polres mendatangi SMKN 2 Langsa.
Puluhan siswa SMKN 2 yang diduga terlibat penyerangan terhadap SMAN 1, diangkut dengan dua truk reo ke Polres Langsa, Selasa, 24 November 2015, siang. Sementara dewan guru SMAN 1 Langsa terpaksa meliburkan proses belajar mengajar satu hari, besok, lantaran khawatir terjadi aksi susulan.
“Mereka (puluhan siswa SMK Negeri 2 Langsa) kita amankan untuk dimintai penjelasan akibat ulahnya melakukan aksi penyerangan ke SMA Negeri 1 Langsa,” ujar Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK, saat ditemui di SMKN 2 Langsa, usai menasehati para siswa itu.
Menurut Kapolres, tindakan para siswa tersebut merugikan mereka sendiri dan dapat mencoreng nama baik sekolahnya. “Kita berharap ke depan mereka tidak mengulangi aksi yang tidak dapat dicontohkan ini. Apalagi terkait hal sepele, tidak boleh terpancing. Siswa seharusnya rajin belajar, bukan tawuran atau menyerang sekolah lain,” kata Sunarya di hadapan puluhan SMKN 2 Langsa.
Sementara itu, proses belajar mengajar di SMAN 1 Langsa terpaksa dihentikan usai terjadi penyerangan dengan batu oleh para siswa SMKN 2 Langsa. Ekses insiden itu, dewan guru SMAN 1 Langsa bahkan meliburkan siswanya satu hari, besok (Rabu).
Idham, guru SMAN 1 Langsa mengutip hasil rapat dewan guru dengan pihak Polres Langsa, mengatakan, besok terpaksa siswa diliburkan. “Satu hari libur, besok, dan untuk sore hari ini pun semua aktivitas juga ditiadakan di sekolah,” katanya.
Menurut Idham, kebijakan ini diambil untuk menghindari aksi balasan. Pasalnya, dewan guru kwatir aksi siswa dapat mengakibatkan jatuh korban. “Hari ini saja tiga siswa kami kena lemparan batu. Ketiganya Putri Yulianda, Aulia Zul Haikal Putra dan Dea Lasari, sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Langsa,” ujar Idham.
Sedangkan kerusakan lain, kata Idham, kaca jendela ruangan aula, ruang laboratorium dan sepuluh ruang kelas pecah.
Perkelahian ini terus terjadi pada malam harinya setelah pertandingan sepak bola, salah seorang siswa SMAN 1 Langsa mengatakan “dia samapai dicari oleh siswa SMK 2 Langsa sampai kerumahnya pada malam hari. Seorang Wali murud yang tidak ingin disebutkan namanya bercerita bagaimana ia sangat panik ketika rumahnya di datangi oleh SMK 2 Langsa.
Semoga tingkah-tingkah labil para siswa ini dapat terselesaikan tanpa harus mengganggu proses ngajar-mengajar di masing-masing Sekolah.
Buruj CK
